Cerita di bawah ini mohon kasih tahu kepada semua teman/orang yang anda sayangi,
Peristiwa ini terjadi di Menado, ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan.
Wanita ini ada kebiasaan minum Vit C tiap hari. Ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan udang.
Sebenarnya cuma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yang meninggal..
Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.
Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal dengan kelima panca indera keluar darah..
18:39 /
0
comments
/
Read more
PERCAYA kepada malaikat adalah antara rukun iman. Ada malaikat yang ditugaskan berdoa kepada makhluk manusia dan sudah tentu seseorang yang didoakan malaikat mendapat keistimewaan.
Dalam hidup, kita sangat memerlukan bantuan rohani dalam menghadapi ujian yang kian mencabar. Bantuan dan sokongan malaikat sangat diperlukan.
Kali ini penulis ingin menyenaraikan antara jenis manusia yang akan menerima doa malaikat.
Ketika kita menghadapi masalah, kerumitan, keperluan dan bimbingan, bukan saja kita perlukan kekuatan doa dari lidah, tetapi juga sokongan malaikat.
Antara orang yang mendapat doa malaikat ialah:
• 1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesiapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci."
• 2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'"
• 3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan."
• 4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah (tidak membiarkan kekosongan di dalam saf).
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf."
• 5. Kalangan malaikat mengucapkan 'amin' ketika seorang imam selesai membaca al-Fatihah.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Jika seorang imam membaca...(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu."
• 6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di mana ia melakukan solat."
• 7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.
"Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?"
Mereka menjawab: 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat.'"
• 8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'"
• 9. Orang yang membelanjakan harta (infak).
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak...'"
• 10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur."
• 11. Orang yang sedang menjenguk (melawat) orang sakit.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh."
Itulah antara mereka yang mendapat doa malaikat. Semoga kita termasuk dan tersenarai sama.
18:33 /
0
comments
/
Read more
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita
berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam
menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam.
Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa
hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang
bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu,
tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak
hidupnya. Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman
rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam.Maka
terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".. Perempuan cantik itu lalu
berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai
tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah.. Tolonglah saya. Doakan saya agar
Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya
takut mengatakannya."jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!"
desak Nabi Musa.Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah
berzina. "Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu
meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak
itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita
itu
seraya menangis sejadi-jadinya.Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka
berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa
Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak
Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur
luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari
dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu
harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana
lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana
pula manusia lain bakal menerimanya?Terbayang olehnya betapa besar
dosanya,
betapa jahat perbuatannya.. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat
Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,
"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya?
Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya.
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian
wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa
ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih
besar daripada perempuan yang nista itu?"
" Ada !" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian
penasaran."Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa
menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali
berzina".Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil
wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan
dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan
tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan
sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat
bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.
Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan
seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan
memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan
menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman
di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan
kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih
besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an,
membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.
Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat
sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa
dalam neraka selama satu huqub.Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu
tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya
adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita
pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan
timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
18:30 /
0
comments
/
Read more

ِNabi Muhammad s.a.w. bersabda :
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا. وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا.
Maksudnya:
Sesiapa yang mengajak manusia ke jalan kebenaran, dia mendapat ganjaran pahala sama seperti ganjaran pahala orang-orang yang mengikuti ajakannya, tidak dikurangkan sedikit pun daripada ganjaran pahala mereka.
Dan sesiapa yang mengajak manusia ke jalan kesesatan, dia mendapat dosa sama seperti dosa orang-orang yang mengikutnya, tidak dikurangkan sedikit pun daripada dosa mereka.
Hadis direkodkan oleh Imam Muslim.
17:43 /
0
comments
/
Read more
Sembahyang juga boleh rawat penyakit kritikal
Oleh Ziauddin Sharuddin
zia@bharian.com.my
Prof Dr Wan Abu Bakar (kanan) bersama Dr Fatimah dan Ng Siew Chok bersama buku mengenai rahsia solat dari segi sains.
HASIL kajian Jabatan Kejuruteraan Biomedikal Universiti Malaya mendapati setiap gerakan solat mempunyai manfaat tersendiri yang mampu meningkatkan tahap kesihatan secara menyeluruh.
Berita Minggu mendapatkan pandangan setiap pengkaji mengenai hasil kajian masing-masing.
Profesor Dr Wan Abu Bakar Wan Abas - Aktiviti Otot
Beliau yang mengkaji aktiviti otot memberitahu manusia perlu sentiasa melakukan regangan dan senaman kerana otot menjadi lebih kuat apabila selalu digunakan.
Katanya, hasil kajian mendapati solat yang membabitkan gerakan tubuh seperti berdiri, tunduk dan bongkok menyamai senaman ringan.
“Kebanyakan otot serta sendi bergerak ketika solat. Umat Islam beruntung kerana solat yang wajib dilakukan setiap hari menyamai aktiviti senaman dan regangan yang memperkuatkan sistem otot dan fizikal tubuh,” katanya.
Dr Fatimah meneliti kertas bacaan ujian yang keluar dari alat analisis penyepadanan bio.
Malah, katanya solat sama seperti terapi fizikal yang jika dilakukan secara berterusan dan betul menghasilkan kesan positif terhadap tubuh.
Beliau berkata, kajian lebih teliti sedang dilakukan untuk mengenap pasti otot yang aktif ketika solat.
Ng Siew Chok - Isyarat Otak
Beliau berkata, perubahan kimia berlaku apabila otak aktif. Proses kimia yang menyebabkan pergerakan ion atau atom membawa cas elektrik boleh diukur menggunakan elektrod yang diletakkan pada kulit kepala. Sejenis alat, iaitu EEG (Electroencephalography) digunakan untuk mengukur isyarat otak daripada aktiviti elektrik.
“Gelombang otak mempunyai beberapa frekuensi irama yang dipengaruhi oleh keadaan fizikal dan emosi. Jenis gelombang otak Alfa (8-13 Hz) menunjukkan keadaan tenang,” katanya
Walaupun bukan Islam, Siew Chok kagum terhadap hasil kajian yang dilakukannya apabila mendapati keadaan dan pemikiran orang selepas bersolat tenang dan menyamai keadaan selepas bangun tidur.
“Ada fenomena menarik dalam solat, iaitu keadaan berdiri seketika sebelum sujud sebagai peringkat paling tenang ketika bersolat. Saya bukan Islam dan diberitahu bahawa keadaan itu adalah tamakninah,” katanya.
Ketika itu, katanya isyarat alfa meningkat secara mendadak yang menunjukkan seseorang itu berada dalam keadaan tenang.
Siew Chok berkata, solat juga meningkatkan penumpuan terhadap sesuatu perkara dan memperkuatkan kuasa otak.
Sehubungan itu, katanya solat membolehkan seseorang itu menyediakan otak untuk lebih bersedia terhadap sesuatu cabaran yang perlu dihadapinya dalam aktiviti harian.
Dr Fatimah Ibrahim - Komposisi Tubuh
Beliau berkata, komposisi tubuh mengandungi empat komponen utama, iaitu tisu aktif, tisu tulang, komponen air dan lemak.
Beliau berkata, ada beberapa kaedah untuk mengukur komposisi tubuh, tetapi kajian itu menggunakan Analisis Penyepadanan Bio yang menghasilkan keputusan tepat, pantas dan selamat, berbanding pengambilan darah.
“Teknik ini tidak digunakan secara meluas di hospital negara ini, tetapi di Amerika Syarikat, teknik ini digunakan untuk menilai status penyakit seperti Aids, diabetes, demam denggi dan pelbagai penyakit kritikal lain,” katanya.
Dalam kajian ini, katanya model untuk mendapatkan komposisi tubuh terbaik adalah dengan melakukan lima perkara, iaitu solat lima kali sehari, memahami maksud bacaan dalam solat, solat berjemaah, rukuk dengan betul (90 darjah) dan melentikkan jari kaki ketika duduk antara sujud dan tahyat akhir.
Dr Fatimah berkata, orang yang tidak melakukan lima perkara ini mempunyai komposisi tubuh yang kurang baik.
Katanya, kajian mendapati secara keseluruhan orang yang solat berjemaah mempunyai kesihatan lebih baik berbanding yang bersolat secara bersendirian.
“Kita mendapati apabila berjemaah, orang yang melakukan solat bersentuh bahu ke bahu. Tubuh manusia seperti bateri. Ketika bersolat, cas tubuh manusia mengalir seperti dalam litar dan akhirnya meneutralkan cas tubuh.
“Sebelum solat, ada orang yang penat dan ada yang tidak penat. Ketika solat, orang yang tidak penat dan mempunyai cas positif akan mengalirkan cas positif kepada orang yang letih dan mempunyai cas negatif,” katanya.
Katanya, ini yang menyebabkan orang yang bersolat jemaah mempunyai badan bertenaga dan lebih tenang.
Dr Fatimah berkata, solat tarawih dan berpuasa juga memberi kebaikan dan ini terbukti berdasarkan kajian yang dilakukan.
Sebelum Ramadan bermula, katanya komposisi badan diukur dan selepas 21 hari berpuasa, komposisi tubuh yang diukur semula mendapati keadaan tubuh sihat seperti kolesterol rendah akibat kadar pembakaran lemak yang meningkat serta paras glukos rendah.
Selain itu, katanya posisi tubuh (posture) dalam solat dapat mengubat sakit pinggang. Malah jika berjumpa doktor, pesakit disuruh melakukan senaman seperti berdiri dan membongkokkan tubuh yang menyamai gerakan solat.
Beliau berkata, keputusan positif itu adalah berdasarkan ukuran saintifik dengan meletakkan beberapa sensor (pengesan) di tulang belakang pesakit untuk melihat isyarat otot.
Katanya, hasil kajian mendapati pesakit yang mengikuti terapi solat selama sebulan, iaitu dengan membuat rukuk 90 darjah, sakit pinggangnya berkurangan.
“Ini membuktikan terapi solat boleh digunakan untuk merawat sakit pinggang. Kita akan menerbitkan buku kedua terapi solat yang bukan saja sesuai untuk wanita normal, tetapi untuk wanita mengandung. Bukan Islam juga boleh mengikuti terapi ini dengan melakukan senaman sama seperti gerakan solat,” katanya.
Jangan terkejut kerana solat boleh merawat Erektil Disfungsi (ED) atau lebih dikenali sebagai mati pucuk, masalah kesihatan yang lelaki amat takut.
Untuk lelaki normal, keupayaan seksual adalah tiga kali penegangan ketika tidur dan volum ketika ketegangan mesti lebih 200 peratus.
“Kajian dilakukan dengan mengukur zakar (pesakit diajar melakukan ukuran). Pada bulan pertama, tiada ketegangan langsung, tetapi selepas melakukan terapi selama dua bulan iaitu dengan melakukan solat tambahan, sudah ada ketegangan dan volum mencapai tahap normal,” katanya.
Beliau berkata, terapi adalah dengan cara melakukan solat sunat sebanyak tiga kali seminggu dengan setiap terapi sebanyak 12 rakaat atau kira-kira 30 minit
Selain itu, katanya antara hasil kajian yang menarik perhatian pakar sakit jantung ialah mengenai kadar denyutan jantung kerana selama ini, kajian saintifik lain menyatakan bahawa kadar denyutan jantung paling rendah adalah ketika berbaring.
“Kajian mendapati ketika solat, keadaan sujud mencatatkan kadar denyutan paling rendah dan lebih baik berbanding ketika baring. Ini menunjukkan posisi tubuh ketika solat adalah bagus,” katanya.
Sehubungan itu, katanya kajian akan dilakukan dengan lebih meluas untuk melihat sama ada posisi tubuh ketika solat boleh merawat sakit jantung.
Katanya, pakar jantung gembira dengan hasil kajian itu kerana boleh memperkenalkan terapi solat kepada pesakit jantung untuk melakukan senaman. Ketika ini, setiap pesakit jantung perlu melakukan senaman selama 30 minit setiap hari.
20:25 /
0
comments
/
Read more
Terapi solat
Oleh Ziauddin Sharuddin
zia@bharian.com.my
KAJIAN saintifik tiga pensyarah Universiti Malaya membuktikan solat yang diwajibkan kepada umat Islam setiap hari, bukan hanya amalan kerohanian tetapi terbukti mempunyai hikmah tersirat terhadap fizikal dan mental terutama meningkatkan tahap kesihatan manusia.
SOLAT sebagai rukun Islam yang wajib dilakukan setiap umat Islam sudah banyak dikaji dari sudut kerohanian.
Bagaimanapun, pernahkah kita berfikir mengenai pengertian setiap gerakan solat seperti qiyam, rukuk, sujud, duduk antara dua sujud serta tahiyat awal dan tahiyat akhir.
Adakah gerakan itu hanya sekadar gerakan tubuh yang tidak mempunyai makna?
Kajian sains moden mendedahkan bahawa amalan yang dilakukan lima kali setiap hari bukan hanya suatu amalan kerohanian yang mendekatkan hamba kepada penciptanya. Kehebatan solat ternyata memanfaatkan tubuh manusia.
Hasil kajian saintifik membuktikan kewajipan terhadap setiap umat Islam mempunyai hikmah tersirat terhadap fizikal dan mental manusia.
Ng Siew Chok memakaikan topi elektrod untuk mengkaji gelombang otak.
Lebih membanggakan bukti itu diperoleh hasil kajian anak tempatan, termasuk seorang bukan Islam. Mereka adalah pensyarah Jabatan Kejuruteraan Biomedikal di Fakulti Kejuruteraan Universiti Malaya (UM) yang diketuai Profesor Madya Dr Fatimah Ibrahim bersama Profesor Wan Abu Bakar Wan Abas dan Ng Siew Cheok.
Penggerak kajian ini ialah Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi dan melalui geran Jabatan Perdana Menteri (JPM), kajian itu bermatlamat menentukan nilai terapeutik solat terhadap mereka yang melakukan solat, termasuk dari segi sistem kardiovaskular, komposisi tubuh, isyarat otak dan aktiviti otot.
Dr Wan Abu Bakar ketika memperjelaskan kajian itu berkata, mereka adalah jurutera bioperubatan yang mengkaji tubuh manusia dari segi kejuruteraan.
Katanya, kajian itu cuba melihat apa yang sebenar berlaku kepada fizikal dan mental manusia ketika melakukan solat.
SOLAT terbukti mempunyai hikmah tersirat terhadap fizikal dan mental manusia.
“Kajian dibahagikan kepada beberapa bahagian, iaitu saya mengkaji aktiviti otot, Siew Chok mengkaji isyarat otak, iaitu apa yang berlaku kepada gelombang otak ketika solat. Dr Fatimah mengkaji komposisi tubuh,” katanya.
Beliau berkata, hasil kajian mendapati bahawa ada banyak perkara positif apabila seseorang melakukan solat dan ini dimuatkan dalam buku `Solat: Kebaikan Dari Perspektif Sains’ terbitan Jabatan Kejuruteraan Biomedikal. Buku ini mempunyai dua versi, bahasa Melayu dan Inggeris.
Setakat ini, kajian itu adalah yang pertama dilakukan secara saintifik di negara ini. Bagaimanapun, sudah ada beberapa kajian yang sama, tetapi tidak menyeluruh dan lengkap seperti yang dilakukan UM.
Seorang doktor perubatan dari Indonesia, Prof Dr Moh Sholeh, melakukan kajian khusus terhadap solat tahajud.
Beliau mengambil sampel darah, hormon tekanan (stress) dan imuniti dalam badan. Selepas tiga bulan melakukan solat, sampel diambil lagi dan didapati imuniti meningkat dan hormon tekanan menurun. Rumusannya solat tahajud boleh merawat barah.
Kajian lain dilakukan oleh tiga doktor perubatan dari Universiti Hokkaido di Jepun, iaitu Mohammed Faruque Reza, Yuji Urakami dan Yukio Mano, yang mendapati bahawa posisi tubuh (posture) solat boleh merawat warga tua yang sakit tulang.
Dr Wan Abu Bakar berkata, kajian sepatutnya berakhir tahun ini, tetapi jabatan mempunyai beberapa cadangan baru bagi memperluaskan kajian itu.
Memperjelaskan kajian lanjutan itu, Dr Fatimah yang mengetuai kajian berkata antara bidang baru yang akan dikaji ialah mengenai perbezaan solat antara orang biasa dan ulama.
“Kajian itu akan mengkaji isyarat otak ulama dan orang biasa ketika bersolat. Adakah isyarat otak orang alim adalah lebih tenang berbanding orang biasa kerana kita menjangka mereka memahami bahasa al-Quran,” katanya.
Bagaimanapun, katanya sukar untuk mendapat ulama secara sukarela menyertai ujian ini. Beliau memberi jaminan bahawa identiti mereka yang menyertai ujian dirahsiakan dan hanya dinyatakan sampel adalah dari kumpulan tertentu.
Berbanding kajian awal yang mengesahkan solat memberi banyak kebaikan kepada kesihatan manusia, katanya kajian lanjutan memperjelaskan proses solat merawat pelbagai penyakit.
Mengambil Erektil Disfungsi (ED) atau mati pucuk sebagai contoh, katanya kajian awal yang dilakukan mengesahkan bahawa solat memberi kesan positif untuk merawat ED, tetapi mereka ingin mengkaji cara gerakan solat merawat penyakit itu.
20:24 /
0
comments
/
Read more
عن أَبي هُريرةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
"إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيلَةٍ من شَهرِ رَمضَانَ صُفَّدتِ الشَّياطينِ ومَردَةُ الجنِّ وغُلِّقتْ أَبوابُ النِيرانِ فلَمْ يُفتَحْ منها بابٌ وفُتِّحتْ أَبوابُ الجنَّةِ فلَمْ يُغلَقْ منها بابٌ ويُنَادِي مُنَادٍ يا بَاغِيَ الخيرِ أَقبِلْ ويا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقصِرْ. ولله عُتَقَاءٌ من النَّارِ وذَلكَ كُلَّ لَيلَةِ".
Abu Hurairah melaporkan, Nabi Muhammad s.a.w. bersabda :
“Apabila bermula malam pertama bulan Ramadan, syaitan-syaitan dan jin yang ganas akan dirantai, pintu-pintu neraka ditutup semuanya tak terkecuali satupun, pintu-pintu syurga dibuka semuanya tak terkecuali satupun, dan malaikat menyeru, ‘Wahai orang yang ingin dan mengusahakan perkara-perkara baik, tampillah mengerjakannya. Wahai orang yang ingin dan mengusahakan perkara-perkara jahat, berhentilah mengerjakannya. Allah membebaskan ramai orang-orang yang dijanjikan neraka daripada memasukinya.’ Seruan itu ada pada setiap malam pada bulan itu.”
–al-Tirmidhi dan Ibn Majah-
01:07 /
0
comments
/
Read more