Sekali sekala kita tukar ke bahasa kedua dan ketiga pula...

Anda bahagia ataupun tak bahagia?




Where to find happiness?

Does true happiness (my brothers and sisters) happen to a person when he finds all what he wishes for from enjoyments?

Or...is there another concept for 'HAPPINESS'?

Let's have a look at someone who had all kinds of enjoyments there is!

Elvis Presley...a handsome guy...who was pleasured by good health and lively body. He was extremely rich, had as many women as he wants, and had a wife from the most beautiful women of that era!

Elvis Presley (my brother and sisters) owned the world and what's in it...and even though he had all these enjoyments, do you know how this legend died?

Elvis Presley died in the toilet of his house from an excessive amount of drugs. And everyone who reads the biography of this man knows that he was not happy in his life,but was cheerless full of sadness and depression.

The problem of Elvis Presley (my brothers and sisters) and the problem of a lot of us is that we look for happiness in the wrong places!

The guy believes, if he got to know a specific girl, he will be the happiest person.

And the businessman believes that if he succeeded in a certain business, he will be the happiest man.

And the girl believes, if she gotmarried to a particular man, she will be the happiest girl!

All of us look for happiness in these places outside of ourselves. And everyone knows that if we have found what were we looking for, we will then start having some feelings of emptiness, then we start looking for another goal to fill this emptiness!

Although all of the philoshophers, scientist, prophets and all thinkers have unanimously agreed that TRUE HAPPINESS is defined as : AN INNER PEACE, you feel it inside you!

It's a reassurance,an inner peace, you feel it inside you, despite of what's happening around you.

If you want to differentiate between the happy and the unhappy, then look at them in disasters. You'll find that when the happy faces a disaster, he might get sad, and sadness is natural, but he get sad on for only a day or two, then he starts his job in a regular way.

Asfor the unhappy, if he faced a disaster, you'll find him getting depressed, taking drugs, smoking cigarettes, and he might stay one year or two in the same situation. His life might get messed up because of this disaster.

So look at them in disasters and you'll know who is the happy and who is the unhappy. Who is the one that has peace inside of him, and who lacksd this peace.

That is why (my brothers and sisters) we find that the holy Quran was repeated in it the word peace and the word reassurance 31 times. Whereas the word 'happiness' wasn't repeated except twice only, and we find it repeated in cases talking about the heaven and the afterlife!

And also, we find that in prayers, we recite peace upon Muhammad and upon the righteous believers within us, and conclude the prayer with 'Peace be Upon You.' Also the islamic greetings is Assalamualaykum (Peace Be Upon You).

Therefore, we find that the main goal for us muslims, is to find this inner peace within ourselves.

One of the best people who expressed this inner peace is Ibn Taimiyyah, and he has a beautiful remark. He says :

"What can my enemies do with me? My paradise is in my heart, it's with me wherever I go. So if my enemies have exiled me, it's ok. (it would be a chance to get to know the wide land of the creator.)

...And my sajd is a recess, (so of they imprisoned me, it's a chance for me to be alone with God to worship him!)

...And in my murder, there is a testimonial to God.

Look at how he was (may Allah be content with him) altering ordeals chances by his inner peace that was filling his chest.





Inilah kisahsebuah bangsa di atas sepenggal Tanah Suci. Banyak yang pernah terjadi di sana, akan banyak lagi yang kelak terjadi di sana di akhir zaman ini. Semua harus belajar dari panggung ini, terutama umat Islam. Semua sisi harus menjadi pelajaran, termasuk sisi kemanusiaan sebagai wanita.


Tahun baru 2009 dibuka dengan duka bagi ummat Islam. Perang di Gaza. Pemandangan yang sangat memilukan. Namun Allah Swt menggelar panggung Gaza bukan sekedar untuk menjadi tontonan televisi dan obrolan jurnalistik bulan ini. Inilah kisah sebuah bangsa di atas sepenggal tanah suci. Penduduk Syam (Palestina, Lebanon, Syria, dan Yordania) memang penduduk yang tangguh. Banyak yang pernah terjadi di sana, akan banyak lagi yang kelak terjadi di sana di akhir zaman ini. Semua harus belajar dari panggung ini, terutama ummat Islam. Semua sisi harus menjadi pelajaran, termasuk sisi kemanusiaan sebagai wanita.


Dari berita:


- Seorang ibu dari keluarga Samouni di Gaza melahirkan di tengah bom.


- Seorang wanita mengatakan: Tidak, tanah ini milik kami, apapun yang mereka lakukan tanah ini milik kami, kami akan tetap melawan mereka (Yahudi).


- Seorang wanita muda pergi ke toko roti untuk antri roti berjam-jam di tengah hujan bom di Gaza. Ketika ditanya oleh wartawan mengapa ia tetap pergi ke toko roti padahal tidak aman, ia menjawab: Tinggal di rumahpun kami di bom sedangkan saya harus membeli roti untuk keluarga di rumah, jadi, yah, jalani saja, kita hanya mati sekali.


- Seluruh dunia tahu bahwa di tengah perang kali ini ada beberapa blog dioperasikan dari dalam Gaza, meskipun mereka kesulitan listrik.


- Setiap hari pasar tetap buka, meskipun hanya dua jam sehari, dan meskipun pasar tersebut pernah di bom Israel saat jam sibuk dengan korban yang tidak sedikit.


- Selama 22 hari perang, Israel berhasil membunuh 600 orang anak Gaza dari 1300an korban meninggal, tapi selama masa itu lahir 3500 bayi, banyak wanita Gaza melahirkan kembar, antara kembar dua dan kembar tiga.


Luar biasa, hanya sehari sesudah kedua pihak menyatakan gencatan senjatanya masing-masing, polisi lalu lintas sudah bertugas di jalan-jalan Gaza, bahkan sekolah dibuka kembali kurang dari sepekan sesudah itu. Para murid saling menyapa ketika pertama kali berjumpa: Hei kamu, masih hidup ya?


Wilayah ini sudah tidak punya gedung parlemen, tidak punya kantor polisi (meskipun polisinya bertugas) dan seluruh gedung pemerintahan sudah pernah dibom, bahkan masjid-masjid dan rumah sakit serta sekolah tak luput dari pemboman. Infrastruktur boleh dikatakan sudah hancur tetapi ternyata struktur masyarakatnya tidak hancur, sistem sosialnya tidak kolaps bersama gedung-gedungnya.


Shalat berjamaah tetap dilaksanakan di tengah hujan bom di antara reruntuhan bangunan masjid. Bahkan masjid mengumpulkan dana dari sebagian jama’ah yang masih punya sesuatu untuk disumbangkan kepada tetangganya yang lebih membutuhkan. Ini sebuah bangsa dengan daya tahan amat tinggi.


Jangan lupa, sebelum perang digelar Israel sudah mencekik Gaza dengan blokade selama hampir 2 tahun dan itu menyebabkan semua penduduk Gaza harus mengurangi jatah makan mereka karena sulitnya bahan makanan.


Dengan berita-berita di atas kita mendapatkan gambaran betapa anak-anak Palestina dari generasi ke generasi telah ditempa oleh ujian berat dengan pendamping yang tangguh, para orangtua mereka, para ibu mereka, para ibu yang tetap menjalankan prinsip kesabaran di tengah ujian yang amat berat.


Jika kita meninjau apa kriteria sabar yaitu:


1. Tidak lemah mental


2. Tidak lemah penampilan


3. Tidak lemah aktivitas, maka inilah yang kita lihat dari wanita Gaza:


Dari berita-berita yang ada, para ibu Gaza tidak lemah mental ingin mengalah pada penjajah Israel, kebanyakan berpendapat bahwa perjuangan melawan penjajahan tetap perlu. Tak ada yang gemetar ketakutan ketika mendengar deru pesawat pembom di atas kepala mereka. Jika di tanya, mereka berkata dengan (nada menantang) bahwa mereka tidak takut pada tentara Israel dan akan melawan dengan senjata alat dapur, jika berhadapan. Tanda tak ada kelamahan mental di sini.


Mereka tidak lemah penampilan, tampak bahwa mereka tetap tegak ketika diwawancarai para wartawan, bahkan mereka masih bisa menyuarakan kekecewaan mereka pada para pemimpin Arab yang tidak membantu mereka. Bahkan ada yang mengacungkan tangan ke arah kamera. Sikap tubuh mereka jelas menunjukkan mereka tidak lemah penampilan, bahkan bagi yang terluka dan sekarat.


Mereka juga tidak lemah aktivitas, sedikit ada kesempatan mereka langsung beraktivitas, ke pasar berjual beli, memakamkan kerabat, bahkan bersilaturahim di pasar. Di tengah bom mereka mengantri beli roti dengan taruhan nyawa. Bahkan ada seorang ibu yang melahirkan di tengah bom dengan hanya ditolong ibunya dengan penerangan lilin.


Kesimpulan:


1. Wanita Gaza adalah wanita sabar, ujian apapun yang menimpa tidak membuat mereka gentar ketakutan apalagi sampai harus dibawa ke rumah sakit karena stress sebagaimana wanita Yahudi di Israel selatan.


2. Ketabahan mereka ternyata didasari pada iman dan ketaqwaan pada Allah. Kita melihat mereka melarikan rasa frustrasi mereka dengan berdoa mengangkat tangan kepada Allah mengutuk Israel saat mereka menghadapi rumah mereka hancur atau keluarga mereka tewas.


3. Kerasnya keganasan dan permusuhan Yahudi justru membuat mereka tegak, menggeliat, dan melawan. Perlawanan wanita Gaza bukan dengan mengangkat senjata, tapi dengan menunjukkan keteladanan dalam sikap berani menghadapi kenyataan perang keras dan kejam ini di hadapan anak-anak mereka. Tampak dari raut wajah mereka yang meskipun berurai airmata tapi tetap berwajah tegar. Dan anak-anak menatap polos setiap lekuk ekspresi sang ibu. Pendidikan apa lagi yang terbaik dan paling efektif selain dari pendidikan keteladanan dalam kesabaran. Cobalah amati ekspresi mereka ketika diwawancarai para reporter, baik semasa masih perang maupun sesudah masa tenang ketika menceritakan pengalaman mereka.


Kaum ibu tak menyukai perang (kecuali mungkin Tzipi Livni dan Condoleeza Rice), namun jika perang merupakan takdir bagi bangsanya, kaum wanitalah yang memikul beban berat sebagai korban. Merekalah yang pertama merasakan sulitnya keseharian hidup di tengah perang, dari persoalan mencari kebutuhan sehari-hari hingga menenangkan anak yang ketakutan. Belum lagi jika mereka adalah korban utama, sebagaimana di Gaza ini. Karena mesin perang Israel mengejar wanita dan anak-anak bahkan di tempat pengungsian. Kamp pengungsi Jabaliya 1988


Bagi bangsa yang terjajah dan terzalimi seperti ini, masa depan bangsanya terletak di pundak mereka. Jika kaum ibu Gaza menunjukkan kelemahan mental, ketakutan yang membuat takluk pada musuh, kelemahan aktivitas yang menyebabkan mereka tak lagi dapat bergerak menggeliat menjalankan hidup. Jika itu yang dilihat oleh anak-anak mereka hari ini, maka dapat kita bayangkan bahwa dalam 10 tahun ke depan di wilayah yang sekarang bernama Gaza sudah akan berdiri kota wisata Israel dengan nama Yahudi sebagaimana nama Ashdod, Ashkelon, Sderot, KiryatSmona dll. Itu karena jika mereka (kaum ibu Gaza hari ini) lemah, maka anak-anak mereka akan tumbuh menjadi penakut dan pecundang. Tetapi Alhamdulillah sekarang mereka tegar, maka Insya Allah sampai hari Kiamat-pun bangsa Yahudi tak akan dapat merasa tenang dengan kezalimannya. Akan selalu ada yang melawan mereka, generasi ke generasi Palestina yang baru.


Kita harus belajar pada mereka. (San 27012009).


Sumber: http://www.eramuslim.com/syariah/benteng-terakhir/pelajaran-dari-gaza-untuk-kaum-wanita.htm

Wahai puteri lihat nun di sana

Islammu kini ketandusan pembela

Bersama sendu mengalir lesu

Tertunggu-tunggu mujaddid baru

Kembangnya kini diulit sepi

Manakan lagi mujahidah sejati

Wahai puteri khidmatmu dinanti.


Ummah derita engkau pengubatnya

Kelembutanmu penawar sengsara

Engkau penyeri Islam dan tamannya

Tanganmu bakal menggoncang dunia.


Namun ingat puteri ilmu perlu dicari

Buat bekalan dalam perjuanganmu nanti

Pendinding diri dari syaitan dibenci

Tuntutlah seikhlas hati.


Wahai puteri kau muslimah sejati

Teguhkan iman taqwamu di hati

Taqarrub billah takhta peribadi

Amalmu menjadi bukti

Sabarmu dikagumi

Pasrah pada ilahi

Redha menghadapi

Mehnah Rabbul Izzati

Usah ditangisi

Taqdir yang sudah pasti

Pengorbananmu kan disanjungi.


Puteri solehah mujahidah ansarullah

Berbekal iman taqwa sabar dan redha

Berilmu beramal

Berkhidmat berjuang

Berkorban agar Islam kan gemilang

Bersama puteri Islam takkan sepi

Subur disirami harum mewangi

Wahai puteri kau

MUSLIMAH SEJATI



Nota : Nasyid ini 'sedap' dilagukan dan membangitkan semangat, tetapi tidak dapat dipastikan siapakah pencipta lirik dan lagunya. Sekiranya anda ada maklumat, harap sampaikan kepada kami.

Nabi Muhammad s.a.w. pernah berkata, "Seorang individu sangat tertakluk kepada agama kawan karibnya. Oleh sebab itu, setiap orang di kalangan saudara hendaklah perhatikan dengan siapa dia berkawan baik."

Hadis dilaporkan oleh Imam Abu Daud.

Sahabat sejati adalah sahabat yang dapat membimbing kita ke jalan bahagia di dunia dan juga di akhirat. Sebaliknya, sahabat yang kabur pula banyak membawa kesusahan dan perkara yang membahayakan. Ramai orang terpengaruh dengan sahabat yang tidak elok peribadinya dan akhirnya menyesal. Apabila berlaku perkara yang tidak diingini, mereka menyalahkan diri mereka sendiri kerana 'bersahabat' dengan orang yang tidak sepatutnya dijadikan sahabat.

Jika rasa menyesal itu terbit semasa di dunia, masih ada peluang bagi memperbaiki kesilapan. Tetapi bagaimana jika rasa menyesal itu muncul setelah kita dikembalikan di negeri akhirat? Dapatkah kita kembali semula ke dunia bagi memperbaiki kesilapan yang kita lakukan?

Dalam Surah al-Furqan ayat 27-29, Tuhan memberitahu kita bagaimana menyesalnya manusia pada hari akhirat kerana tersilap memilih sahabat, yang menyebabkan dia jauh daripada petunjuk Tuhan semasa hidup di dunia.

Dan (ingatkanlah) perihal hari orang-orang yang zalim
menggigit kedua-dua tangannya sambil berkata:
Alangkah baiknya kalau aku di dunia dahulu
mengambil jalan yang benar bersama-sama Rasul? (27)

Wahai celakanya aku,
alangkah baiknya kalau aku
tidak mengambil si dia itu menjadi sahabat karib! (28)

Sesungguhnya dia telah menyesatkan daku
dari jalan peringatan Al-Quran setelah ia disampaikan kepadaku
dan adalah Syaitan itu sentiasa mengecewakan manusia
(yang menjadikan dia sahabat karibnya). (29)

"Sebuah kisah mengenai seorang sahabat Nabi Muhamad SAW iaitu Saad bin Muaz.

Saad Bin Muaz ialah sahabat nabi yang paling hitam, lebih hitam dari bilal. Beliau telah memeluk islam pada umur 31 tahun dan beliau telah meninggal dunia pada umur 37 tahun kerana telah syahid didalam peperangan. Ini bermakna beliau hanya memeluk islam selama 6 tahun sahaja.

Tetapi disaat syahid beliau, Rasulullah berkata Arash Allah bergegar kerana dengan tangisan para malaikat.Ini kerana besarnya sumbangan dan pengorbanan Saad bin Muaz kepada perkembangan Islam pada masa itu.

" Cuba kita fikirkan sudah berapa lama kita dalam islam - 20 tahun? 30 tahun ? 50 tahun mahupun 70 tahun ??? Cuba senaraikan apakah sumbangan dan pengorbanan kita kepada agama islam yang maha suci ini??

Umat islam kini lebih sibuk mengumpul harta dunia dan lebih bersifat individulistik ??"

Memandangkan ummi dah terlalu lama mengabaikan blog pengisian keluarga kita ini, maka di kelapangan yang Allah berikan ini, ingin ummi sampai kan sesuatu untuk semua sebagai pengisian untuk kita semua.. semoga bermanfaat..

Kisah ni, ummi baru dapat semasa kuliah agama di office semalam. Tapi, bila browse internet, dah pun ada details mengenainya dalam salah satu blog sahabat ni.. so, ummi copy and paste here.

sebagai pengisian untuk semua..
---------------------------------------------------------------
Saad bin Muaz, beliau ada seorg sahabat yg berkulit amat hitam. kisahnya beliau ini telah meminang ramai wanita, tetapi semua menolak beliau, jadi beliau pun pergi berjumpa dengan Rasulullah. Rasulullah berkata jgnlah engkau risau wahai Saad, aku menjamin engkau. Lalu Rasullullah bertanya kepada sahabat yg lain samada ada diantara mereka yg tahu tempat tinggal seorang gadis yg amat terkenal kecantikannya di madinah pada waktu itu lalu jawablah seorang sahabat. sahabat tersebut disuruh oleh Rasulullah untuk membawa Saad bin Muaz untuk meminang gadis tersebut dengan Nabi sendiri yg menjamin Saad.

Di rumah wanita tersebut, setelah berborak buat seketika dengan bapa wanita tersebut, saad pon menyatakanlah hajat dia iaitu mahu meminang anak gadisnya dengan Rasul menjadi penjamin. lalu terperanjatlah bapa wnaita ini tadi, berubah air mukanya dan menghalau saad keluar dr rumahnya. lalu keluarlah Saad dan pulang menemui Rasulullah. wanita tersebut keluar berjumpa bapanya dan bertanya kenapa ditolak pinangan Saad. tanya bapanya adakah dia mahu berkahwin dengan saad yg hodoh orgnya itu? maka kata anaknya mahu atau tidak bukan jawapannya, kerana saad itu adalah pilihan Allah dan Rasulnya, maka tidaklah boleh mereka menolaknya. Pulang Saad menemui Rasulullah, dikhabarkannya bahawa pinangan beliau telah pun ditolak. kemudian dtg bapa gadis tersebut menemui Rasulullah dan memohon maaf kerana menolak pinangan saad sebelum itu dan menyatakan persetujuaannya di atas pinangan tersebut.

Di tanya Rasulullah kepada Saad, adakah kau duit untuk berkahwin? maka jawab saad tiada, lalu Rasulullah menyuruh beliau menemui Abdul Rahman bin Auf dan meminta 20 dinar, menemui Abu Bakar (kalo tak saya, nnt sy check balik) dan meminta 10 dinar dan saidina Ali berjumlah 10 dinar. lalu pergilah saad berjumpa mereka dan diberi oleh Abdul Rahman sebanyak 40 dinar, Abu Bakar sebanyak 20 dinar dan Saidina Ali memberi 20 dinar. lalu pulang Saad berjumpa Rasul dan menyatakan bahawa beliau telah mendapat 80 dinar. lalu Rasulullah berkata, gunakanlah 40 dinar untuk mahar dan selebihnya untuk membeli peralatan rumahtangga. jadi pergilah saad membeli barang keperluan rumahtangganya.

semasa memilih barang keperluannya, terdengar saad jeritan mengatakann Rasulullah memanggil semua bersedia untuk berperang kerana musuh telah tiba, lalu saad menggunakan semua wang miliknya untuk membeli kuda, pedang dan baju perisai lengkap dan terus ke medan perang. sesampainya beliau dilihat telah ramai org bersedia dan beliau terus ke bahagian hadapan dan duduk di sebelah saidina umar (yg ni pon lupa, sahabat yg mana, nnt check balik). berbisik-bisiklah sahabat yg lain mengatakan siapakah itu kerana saad perperisai penuh menutup muka, ada yg mengatakan mungkin dtg dari yaman dan turut serta di dalam peperangan setelah diseru oleh Rasulullah.

dalam peperangan tersebut, kuda Saad telah di panah lalu tumbang, saad yang jatuh, bangun lalu menyinsingkan lengannya kemudian barulah sahabat yg lain perasan bahawa itu adalah Saad bin Muaz yg terkenal dengan kehitamannya. Beliau telah gugur di dalam peperangan tersebut sebagai seorang syahid tanpa sempat menyentuh pon isteri beliau. Berkata Rasulullah, di saat syahidnya Saad, bergegarlah Arash Allah dengan tangisan para malaikat.

Ini adalah satu kisah yang memaparkan betapa besar pengorbanan para sahabat yg sanggup meninggalkan isteri yg baru mereka nikahi untuk pergi ke medan perang memperjuangkan agama Allah.

Sumber : http://www.blogcatalog.com/blog/selamat-datang-ke-blog-melayu-bestari/cdc5cd46293c51c412943cc764491079
dan : http://azmirabdullah.blogspot.com/2007/01/saad-bin-muaz.html

SURAH AL-ANBIYA' (NABI-NABI) ayat 83-90.



وَأَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُ ۥۤ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٲحِمِينَ (٨٣) فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُ ۥ فَكَشَفۡنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ۬‌ۖ وَءَاتَيۡنَـٰهُ أَهۡلَهُ ۥ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ رَحۡمَةً۬ مِّنۡ عِندِنَا وَذِڪۡرَىٰ لِلۡعَـٰبِدِينَ (٨٤) وَإِسۡمَـٰعِيلَ وَإِدۡرِيسَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِ‌ۖ ڪُلٌّ۬ مِّنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ (٨٥) وَأَدۡخَلۡنَـٰهُمۡ فِى رَحۡمَتِنَآ‌ۖ إِنَّهُم مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ (٨٦) وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبً۬ا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَـٰنَكَ إِنِّى ڪُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ (٨٧) فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُ ۥ وَنَجَّيۡنَـٰهُ مِنَ ٱلۡغَمِّ‌ۚ وَكَذَٲلِكَ نُـۨجِى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (٨٨) وَزَڪَرِيَّآ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُ ۥ رَبِّ لَا تَذَرۡنِى فَرۡدً۬ا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡوَٲرِثِينَ (٨٩) فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُ ۥ وَوَهَبۡنَا لَهُ ۥ يَحۡيَىٰ وَأَصۡلَحۡنَا لَهُ ۥ زَوۡجَهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّهُمۡ ڪَانُواْ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلۡخَيۡرَٲتِ وَيَدۡعُونَنَا رَغَبً۬ا وَرَهَبً۬ا‌ۖ وَڪَانُواْ لَنَا خَـٰشِعِينَ (٩٠


Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ayub, ketika dia berdoa merayu kepada Tuhannya dengan berkata: Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala (yang lain) yang mengasihani. (83)

Maka Kami perkenankan doa permohonannya, lalu Kami hapuskan penyakit yang menimpanya, serta Kami kurniakan kepadanya: Keluarganya, dengan seganda lagi ramainya, sebagai satu rahmat dari Kami dan sebagai satu peringatan bagi orang-orang yang taat kepada Kami (supaya bersabar dan mendapat balasan baik). (84)

Dan (demikianlah pula) Nabi-nabi Ismail dan Idris serta Zulkifli; semuanya adalah dari orang-orang yang sabar. (85)

Dan Kami masukkan mereka dalam (kumpulan yang dilimpahi) rahmat Kami: Sesungguhnya mereka adalah dari orang-orang yang soleh. (86)

Dan (sebutkanlah peristiwa) Zunnun, ketika dia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan dia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan; (setelah berlaku kepadanya apa yang berlaku) maka dia pun menyeru dalam keadaan yang gelap-gelita dengan berkata: Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri. (87)

Maka Kami kabulkan permohonan doanya dan Kami selamatkan dia dari kesusahan yang menyelubunginya dan sebagaimana Kami menyelamatkannya, Kami akan selamatkan orang-orang yang beriman (ketika mereka merayu kepada Kami). (88)

Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Zakaria, ketika dia merayu kepada Tuhannya dengan berkata: Wahai Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan daku seorang diri (dengan tidak meninggalkan zuriat) dan Engkaulah jua sebaik-baik yang mewarisi. (89)

Maka Kami perkenankan doanya dan Kami kurniakan kepadanya (anaknya) Yahya, dan Kami perelokkan keadaan isterinya yang mandul, (untuk melahirkan anak) baginya. (Kami limpahkan berbagai ihsan kepada Rasul-rasul itu ialah kerana) sesungguhnya mereka sentiasa berlumba-lumba dalam mengerjakan kebaikan dan sentiasa berdoa kepada kami dengan penuh harapan serta gerun takut dan mereka pula sentiasa khusyuk (dan taat) kepada Kami. (90)