Sekian ratus tahun yang lalu…
Di malam yang sunyi, di dalam rumah sederhana yang tidak seberapa luasnya… seorang istri tengah menunggu kepulangan suaminya. Tak biasanya sang suami pulang larut malam. Sang istri bingung…. hari sudah larut dan ia sudah sangat kelelahan dan mengantuk. Namun, tak terlintas sedikitpun dalam benaknya untuk segera tidur dan terlelap di tempat tidur suaminya. Dengan setia ia ingin tetap menunggu… namun, rasa ngantuk semakin menjadi-jadi dan Sang suami tercinta belum juga datang.  

Tak berapa lama kemudian….
seorang laki-laki yang sangat berwibawa lagi luhur budinya tiba di rumahnya yang sederhana. Laki-laki ini adalah suami dari sang istri tersebut. Malam ini beliau pulang lebih lambat dari biasanya, kelelahan dan penat sangat terasa. Namun, ketika akan mengetuk pintu… terpikir olehnya Sang istri yang tengah terlelap tidur…. ah, sungguh ia tak ingin membangunkannya. Tanpa pikir panjang, ia tak jadi mengetuk pintu dan seketika itu juga menggelar sorbannya di depan pintu dan berbaring diatasnya. Dengan kelembutan hati yang tak ingin membangunkan istri terkasihnya, Sang suami lebih memilih tidur di luar rumah.. di depan pintu… dengan udara malam yang dingin melilit… hanya beralaskan selembar sorban tipis. Penat dan lelah beraktifitas seharian, dingin malam yang menggigit tulang ia hadapi.. karena tak ingin membangunkan istri tercinta.  
Subhanallah…
Dan ternyata, di dalam rumah.. persis dibalik pintu tempat sang suami menggelar sorban dan berbaring diatasnya.. Sang istri masih menunggu, hingga terlelap dan bersandar sang istri di balik pintu. Tak terlintas sedikitpun dalam pikirinnya tuk berbaring di tempat tidur, sementara suaminya belum juga pulang. Namun, karena khawatir rasa kantuknya tak tertahan dan tidak mendengar ketukan pintu Sang suami ketika pulang, ia memutuskan tuk menunggu Sang suami di depan pintu dari dalam rumahnya.
malam itu… tanpa saling mengetahui, sepasang suami istri tersebut tertidur berdampingan di kedua sisi pintu rumah mereka yang sederhana… karena kasih dan rasa hormat terhadap pasangan.. Sang Istri rela mengorbankan diri terlelap di pintu demi kesetiaan serta hormat pada Sang suami dan Sang suami mengorbankan diri tidur di pintu demi rasa kasih dan kelembutan pada Sang istri.
dan Nun jauh di langit…. ratusan ribu malaikat pun bertasbih…. menyaksikan kedua sejoli tersebut…

SUBHANALLAH WABIHAMDIH
 betapa suci dan mulia rasa cinta kasih yang mereka bina terlukis indah dalam ukiran akhlak yang begitu mempesona… saling mengasihi, saling mencintai, saling menyayangi dan saling menghormati…
Tahukah Anda… siapa mereka..?
Sang suami adalah Muhammad bin Abdullah, Rasulullah SAW dan Sang istri adalah Sayyidatuna Aisyah RA binti Abu Bakar As-Sidiq. Merekalah sepasang kekasih teladan, suami istri dambaan, dan merekalah pemimpin para manusia, laki-laki dan perempuan di dunia dan akhirat.
Semoga rahmat ALLAH senantiasa tercurah bagi keduanya, dan mengumpulkan jiwa kita bersama Rasulullah SAW dan Sayyidatuna Aisyah RA dalam surgaNYA kelak. dan Semoga ALLAH SWT memberi kita taufiq dan hidayah tuk bisa meneladani kedua manusia mulia tersebut. Amiin…amiin ya rabbal’alamiin….

Posted  by virouz007
Allah SWT telah berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ
“Maka apabila telah tiba ajal mereka (waktu yang telah ditentukan), tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mereka dapat mendahulukannya.” (An-Nahl: 61)

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang ajal/waktunya.” (Al-Munafiqun: 11)
Wahai betapa meruginya seseorang yang berjalan menuju alam keabadian tanpa membawa bekal. Janganlah engkau, wahai jiwa, termasuk yang tak beruntung tersebut. Perhatikanlah peringatan Rabbmu:

وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Dan hendaklah setiap jiwa memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr: 18)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan ayat di atas dengan menyatakan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan lihatlah amal shalih apa yang telah kalian tabung untuk diri kalian sebagai bekal di hari kebangkitan dan hari diperhadapkannya kalian kepada Rabb kalian.” (Al-Mishbahul Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir, hal. 1388)
Janganlah engkau menjadi orang yang menyesal kala kematian telah datang karena tiada berbekal, lalu engkau berharap penangguhan.

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلاَ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia berkata, ‘Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat hingga aku mendapat kesempatan untuk bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?’.” (Al-Munafiqun: 10)
Baru sahaja ummi posting tentang sebuah buku yang menceritakan tentang Dajjal. Harini dapat email dari abah, yang juga tentang kisah yang berkaitan. Suka ummi lampirkan di sini sebagai pembacaan semua, dan sekiranya anda penggemar Filem King Kong, pasti petikan hadis ini akan membuatkan anda berfikir.. yelah, filem yang di arah oleh Peter Jackson ini sebenarnya diadaptasikan hadis ini sebenarnya.

----------------------------------

Dari Muslim yang diterima dari Fatimah binti Qais mengatakan: “Saya telah mendengar muazzin Rasulullah s.a.w memanggil untuk solat. Saya pun pergi ke masjid dan solat bersama Rasulullah s.a.w. Selesai solat, Rasulullah s.a.w naik ke atas mimbar. Nampak semacam bergurau Baginda tertawa dan berkata: “Jangan ada yang bergerak.

Hendaklah semua duduk di atas sajadahnya.” Kemudian berkata: “Tahukah kamu mengapa aku memerintahkan kamu jangan ada yang pulang?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Rasulullah s.a.w berkata lagi: “Demi Allah aku menyuruh kamu berkumpul di sini bukan ingin menakut-nakuti dan bukan memberi khabar gembira. Aku ingin menceritakan kepada kamu bahawa Tamim Al-Dariy adalah seorang Nasrani, kemudian dia datang menjumpai aku dan masuk Islam. Dia ada bercerita kepadaku tentang satu kisah tentang Dajjal.

Kisah yang dia ceritakan itu sesuai dengan apa yang telah aku ceritakan kepada kamu sebelumnya. Katanya dia bersama 30 orang kawannya pergi ke laut dengan menaiki kapal. Angin kencang datang bertiup dan ombak besar membawa mereka ke tengah-tengah samudera yang luas. Mereka tidak dapat menghalakan kapalnya ke pantai sehingga terpaksa berada di atas laut selama satu bulan. Akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau menjelang terbenamnya matahari. Di pulau yang tidak ditempati orang itu mereka berjumpa dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga tidak nampak mana jantina dan duburnya.
Mereka bertanya kepada binatang itu: “Makhluk apa engkau ini?” Binatang itu menjawab: “Saya adalah Al-Jassasah.”

Mereka tanya: “Apa itu Al-Jassasah?” Binatang itu hanya menjawab: “Wahai kumpulan lelaki, pergilah kamu ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini, sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dengan kamu. Mereka pun pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh binatang itu.

Di sana mereka menjumpai seorang lelaki yang sangat besar dan tegap. Ertinya mereka tidak pernah melihat orang sebesar itu. Dari tangannya sampai ke tengkuknya dikuatkan dengan besi, begitu juga dari lututnya sampai ke telapak kakinya. Mereka bertanya: “Siapakah anda?” Orang seperti raksaksa itu menjawab: “Kamu telah mendengar cerita tentang aku. Sekarang aku pula ingin bertanya: “Siapa kamu ini?”
Mereka menjawab: “Kami adalah manusia berbangsa Arab. Kami pergi ke laut menaiki kapal, tiba-tiba datang ombak besar membawa kami ke tengah-tengah samudera luas dan kami berada di lautan selama satu bulan. Akhirnya kami terdampar di pulau yang tuan tempati ini.

“Pada mulanya kami berjumpa dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga kami tidak dapat mengenali jantinanya. Kami tanya siapa dia katanya Al-Jassasah. Kami tanya apa maksudnya dia hanya menjawab: “Wahai kumpulan lelaki, pergilah kamu ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini, sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dengan kamu.”
Itulah sebabnya kami datang ke tempat ini. Sekarang kami sudah berjumpa dengan tuan dan kami ingin tahu siapa tuan sebenarnya.” Makhluk yang sangat besar itu belum menjawab soalan mereka terus sahaja mengemukakan soalan:

“Ceritakan kamu kepadaku keadaan kebun kurma yang di Bisan itu,” nama tempat di negeri Syam. Mereka menjawab:
“Keadaan apanya yang tuan maksudkan?” Orang besar itu menjawab: “Maksudku apakah pokok kurma itu berbuah?”
Setelah mereka menjawab bahawa pokok kurma itu berbuah, orang besar tadi berkata: “Aku takut pokok itu tidak berbuah.”

Orang besar itu bertanya lagi: “Ceritakan kepadaku tentang sungai Tabarah.” Mereka menjawab: “Tentang apanya yang tuan maksudkan?” Lelaki itu menjawab: “Maksudku airnya apakah masih ada.” Mereka menjawab: “Airnya tidak susut.” Lelaki itu berkata: “Air sungai itu disangsikan akan kering.”

Akhirnya lelaki seperti raksaksa itu berkata: “Kalau begitu ceritakan kepadaku tentang Nabi Al-Amin itu, apa yang dia buat?” Mereka menjawab: “Dia telah berhijrah dari Makkah ke Madinah.” Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah dia diperangi oleh orang-orang Arab?” Mereka menjawab: “Ya, dia diperangi oleh orang-orang Arab.” Lelaki itu bertanya lagi: “Kalau begitu apa pula tindakan dia terhadap mereka?” Mereka ceritakan bahawa Rasulullah s.a.w telah mengembangkan dakwahnya dan sudah ramai pengikutnya.

Orang besar itu berkata lagi: “Memang begitulah, padahal mereka beruntung jika taat kepadanya.” Kata orang besar itu lagi: “Sekarang aku terangkan kepada kamu bahawa aku adalah Al-Masih Dajjal. Nanti aku akan diberi izin keluar, lalu aku pun akan menjelajah dunia ini. Dalam masa empat puluh malam sudah dapat aku jalani semua, kecuali Makkah dan Madinah yang aku tidak dapat memasukinya. Negeri Makkah dan Madinah dikawal oleh para Malaikat, maka aku tidak dapat menembusinya.”

Kata Tamim Al-Dariy lagi, “Rasulullah s.a.w menekankan tongkatnya di atas mimbar sambil berkata: “Inilah negeri yang tidak dapat dimasukinya itu, iaitu Madinah. Saudara-saudara sekalian apakah sudah aku sampaikan cerita ini kepada kamu?” Mereka menjawab: “Ya, sudah ya Rasulullah.” Rasulullah s.a.w berkata lagi: “Sememangnya hadis Tamim itu lebih meyakinkan saya lagi. Ceritanya itu bersesuaian dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu sebelumnya, iaitu tentang Makkah dan Madinah yang dikatakan tidak dapat dimasuki Dajjal. Cuma dia ada mengatakan di lautan Syam atau di laut Yaman. Tidak, bahkan ia dari arah timur. Ia dari arah timur,” kata Rasulullah s.a.w sambil menunjuk ke arah timur.

Oleh kerana hadis ini disebut dari Madinah, jadi timur Madinah adalah mana-mana bumi selepas Madinah. Berbagai pendapat mengenainya sehingga ada yang berpendapat ia akan datang dari Khurasan atau Asfahan. Wallahu a'lam.
Budaya membaca sememangnya sangat bagus di terapkan ke dalam institusi kekeluargaan. Dalam keluarga kami, individu yang paling tepat di katakan sebagai "Ulat Buku", tidak lain selain daripada Abah.

Setiap kali ke kedai buku, akan ada buku yang akan dibeli sekiranya buku itu menarik perhatianya. Berbeza dengan ummi, yang mana ummi agak liat untuk membaca buku, malas untuk tekun memegang buku, membelek satu persatu helaian yang ingin di baca. Dari posisi duduk, sehinggalah ke baring dan akhirnya bukan kita yang baca buku, tetapi buku yang baca kita.. sebab tuannya sudah pun nyenyak tidur.

Memang susah untuk ummi habiskan sesebuah buku, hanya kerana sebab tadi lah. Tidak ada disiplin untuk membaca sesebuah buku itu sehingga habis. Bagi ummi, lebih senang ummi mengadap komputer dan mencari segala bahan bacaan dari internet. Cepat mendapat bahan dan internet ini merupakan 'Guru Segera' pada ummi. Banyak juga bahan - bahan bacaan yang menarik perhatian ummi untuk di baca. Sebab itulah, ummi tidak begitu hairan dengan buku - buku yang dibeli oleh Abah, hanya kerana malas nak membacanya secara tekun.

Namun, semasa abah balik dari sebuah kursus yang di hadirinya di KL baru - baru ini, ada sebuah buku yang agak menarik perhatian ummi. Buku itu bertajuk 'Membongkar Misteri Dajjal' dan di kulit hadapannya, di letakkan gambar mata sebelah di dalam segitiga. Ehh.. macam dalam cerita The Lord Of The Ring pula lah..terdetik dalam hati. Rupa - rupanya memang betul. Setiap filem yang dihasilkan oleh mat saleh ni, semuanya berdasarkan pembacaan mereka tentang dajjal itu sendiri, dan dijadikan rujukan bagi mereka untuk menghasilkan filem yang bagus. Antaranya, TLOTR, King Kong, Merlin, Narnia dan banyak lagi.. 

Selepas mendengar penerangan dari abah yang suka bercerita tu, membuatkan ummi terpaku. Selama ini, filem - filem yang ummi suka sangat tengok tu, adalah salah satu adaptasi dari kisah dajjal. MasyaAllah..

Abah yang pandai bercerita juga suka untuk menghuraikan kepada ummi bagaimana asal kewujudan dajjal itu sendiri, yang mana merupakan perancang sebenar konspirasi besar yang terjadi di dunia sekarang.

Buku yang dihasilkan ini, merupakan sebuah buku agama yang berusaha untuk menarik kita sebagai manusia untuk menyedari hakikat diri kita sebagai hamba Allah di muka bumi dan sekaligus dapat menarik pembaca untuk berfikir.

Tanggapan ummi pada buku yang abah baca kali ini amat berbeza. Amat elok untuk ummi baca dan cuba memahami apa yang ingin di sampaikan.

Ingin ummi kongsikan dengan semua terperinci tentang buku ini, namun semasa ummi melayari internet bagi mencari muka hadapan buku ini untuk di masukkan ke dalam entry ummi kali ini, terjumpa ummi akan satu tulisan yang memberikan kesimpulan tentang buku ini.

Oleh itu, terima kasih ummi kepada Mohd Nur Al Sufi Bin Romele atas garapan yang baik ini. Mohon kongsi dengan semua..

Bagi anda yang suka membaca, tidak rugi untuk mendapatkan buku ini untuk pembacaan anda. InsyaAllah bermanfaat untuk semua. Wallahua'lam.

-----------------------------------------------------------

Oleh : Mohd Nur Al Sufi Bin Romele

Baru-baru ini saya telah membaca sebuah buku yang amat menarik ntuk dikongsikan bersama. Buku tersebut ber genrekan buku agama dan pemikiran. Buku yang menyentuh berkenaan kewujudan Dajjal sebagai perancang konspirasi dunia sekarang. Tajuk buku tersebut adalah MEMBONGKAR MISTERI DAJJAL ditulis oleh Muhammad Nurani Maarif. Buku ini amat menarik untuk dibaca kerana gaya penulisan yang santai dan berfakta diadunkan bersama untuk menceritakan suatu hal yang amat serius.

Buku ini mengandungi 8 bab yang disusun dengan baik mengikut peringkat-peringkat yang saptutnya untuk memudahkan kefahaman pembaca terhadap isu yang ingin diceritakan. Kefahaman pembaca berkenaan isu yang diceritakan semakain bertambah apabila melalui bab demi bab. Berikut adalah senarai bab yang dibincangkan dalam buku ini.

BAB 1: MEMAHAMI HAKIKAT DAJJAL
BAB2: DAJJAL BERLINDUNG DI SEBALIK MISTERI DUNIA
BAB 3: MENJEJAKI PULAU MISTERI ; TAMIM AD-DARI
BAB 4: PENGEMBARAAN LELAKI MISTERI BERNAMA DAJJAL
BAB 5: DAJJAL IN PERSON
BAB 6: SAAT KEMUNCULANNYA
BAB 7: PERSIAPAN MENGHADAPI FITNAH DAJJAL
BAB 8: BENTENG TERAKHIR: SURAH AL-KAHFI DAN TAUHID IHSAN

Semasa saya hendak mendiskusikan buku ini, saya terfikir adakah saya ingin mendiskusikan buku ini bab demi bab ataupun secara keseluruhannya. Lalu saya saya mengambil keputusan untuk meyimpulkan buku ini secar keseluruhan supaya perbincangan yang dilakukan boleh mencapah dan terbuka.

Penulis buku ini cuba mengambil hadith sahih yang diriwayatkan oleh Amir Ibnu Sharahil Shabi Hamdan dan disampaikandari Fatimah binti Qais yang mendengar dari Rasulullah SAW yang menceritakan berkenaan Tamim Ad-Dari berjumpa dengan Dajjal disebuah pulau.

Hadith ini perlu diambil secara zahirnya tanpa perlu ditakwilkan kerana sebahagian yang mentakwilkan Hadith ini telah menyababkan bentuk sebenar Dajjal disalah fahami. Adakah Dajal itu individu ataupun kelompok ataupun hanya pemikiran ? penulis mengambil pendekatan untuk menilai Dajjal sebagai seorang individu atas beberapa nas dan dalil yang kuat. Penulis menegaskan bahawa bentuk sebenar dajal perlu dijelaskan kerana jika kita tidak mengenal bentuk musuh kita bagaimana kita hendak menentangnya seperti seorang budak yang hendak mandi di sungai tidak kenal buaya lalu mendapat cerita buaya seperti cicak sudah pasti budak tersebut berani mandi disungai tersebut tanpa persediaan ,tidak berhati-hati dan akan menjadi mangsa. Penulis juga cuba mengaitkan perihal dajjal dengan ibnu sayyad iaitu seorang sahabat di zaman rasulullah di dakwa adalah Dajjal.

Segala peristiwa dan kejadian misteri seperti batuan granie bulat di costa rica, tengkorak crystal, bongkah batu di Scotland, antikythera mechanism , Stonehenge di pulau easter, pyramid, ziggurat dan banyak lagi binaan dan alatan yang mempunyai perkitan yang rapat dan merupakan symbol ketamdunan yang mana dibelakangnya ada seorang ‘individu’. Individu yang mempunyai kebolehan akal yang tinggi, ilmu yang mendalam, pengaruh yang hebat dan yang memberi kesan yang besar kepada sesebuah ketamadunan. Semua perkara misteri tersebut dikaitkan dengan pembuatan teknologi yang tinggi yang tidak dapat di fikirkan oleh akal logic seperti ianya datang dari angkasa ataupun daripada masa hadapan . individu tersebut mempunyai team atau kumpulan tersendiri yang langsung atau tidak langsung bertindak sebagai kelompok yang membawa agenda individu tersebut dalam masyarakat seperti The Trule Society (antara tokoh yang terlibat Leonardo da Vincci, Francis Bacon dan beberapa yang terkenal), freemason, Illuminati dan seangkatan denganya.

Kehebatan individu tersebut terserlah dengan banyak konspirasi yang terancang dan peristiwa yang berlaku pada dunia sekarang amat berkait rapat dengan individu tersebut. Seolah-olah individu tersebut mengawal setiap kejadian yang berlaku untuk memastikan semua makhluk di alam ini tertakluk pada perancnagannya. Peristiwa seperti perang dingin, perang dunia kedua , peristiwa 11 september, kematian tokoh-tokoh besar dunia dan pelbagai lagi seperti dirancang oleh individu yang direelisasikan oleh golongan tertentu. Lalu penulis mengaitkan individu yang mempunyai perkitan dengan tamadun atlantis, segi tiga Bermuda, dipanggil sebagi merlin(mitos eropah) , dewa kaum madyan adalah individu yang sama dan dia adalah Dajjal.

Oleh itu, penulisan ini dibuat bukanlah hanya untuk dibentangkan fakta dan kesedaran semata-mata tetapi ia juga menyediakan beberapa penyelesaian untuk menangani fitnah Dajjal amat membingungkan ini. Pembentukan tauhid ihsan yang kuat dan kukuh dan ditambah dengan doa dan ayat Al-Kahfi ( hadith) diletakan sebagai penyelesaian yang terbaik kerana ini perupakan saranan dantegasan daripada Rasulullah SAW sendiri dan para sahabat. Saya mengharapkan diskusi buku ini dapat membuka minda kita semua untuk lebih lagi mendalami keilmuan dengan pembacaan yang banyak dan bertalaqi dengan guru yang sebenarnya seupaya kita tidak jatuh kedunia kejahilan yang akan memusnahkan diri kita semua.

*Pengulas buku Membongkar misteri Dajjal merupakan Presiden Persatuan Mahasiswa Pendidikan UTM Skudai. Beliau sebelum ini juga merupakan Pengerusi Jawatankuasa Saudara Kita (JKSK). Sangat aktif dalam berpersatuan sama ada di dalam mahupun di luar kampus. Beliau tidak kedekut berkongsi ilmu melalui blog beliau penunggang dunia.
SHANGHAI, ISLAM, MELAYU DAN 1 MALAYSIA
Dr Mohd Asri Zainul Abidin

Ketika saya menulis rencana ini, saya sedang berada di Shanghai dan menuju ke Xian dan Beijing. Beberapa hari lepas, pada 21hb September 2010, saya menyertai satu rombongan VVIP melawat Shanghai World Expo 2010. Satu expo yang teramat besar bermula dari Mei sehingga Oktober 2010. Hampir 200 negara menyertainya. Kos keseluruhan expo ini mungkin puluhan billion ringgit.

Setiap negara membina astaka atau pavilion mereka sendiri untuk memperkenalkan negara mereka kepada dunia. Setiap negara membelanjakan puluhan, bahkan ratusan juta untuk itu. Saya difahamkan, Malaysia sendiri membelanjakan tidak kurang dari RM 20 juta untuk membina Malaysia Pavilion di expo tersebut.

Di sebabkan terlalu luas kawasan expo ini, jika anda melawatnya, dalam sehari anda mungkin hanya dapat melawat sekitar belasan astaka sahaja. Terlalu luas dan terlalu ramai pengunjungnya. Target 70 juta pelawat ke expo tersebut mungkin tercapai dengan mudahnya. Bayangkan 70 juta pengunjung, melebihi dua kali penduduk Malaysia.

Tinjauan
Terlebih dahulu, walaupun saya datang menyertai rombongan VVIP, tulisan saya ini hanya mewakili pemerhatian saya secara peribadi. Secara umumnya, saya rasa rakyat Malaysia tahu bahawa pandangan-pandangan sebelum –insya Allah- bebas dari unsur perkauman dan fanatik. Saya berusaha bersikap adil, itulah titah agama yang luhur. Maka saya harap rencana ini dibaca dengan semangat kenegaraan dan hakikat sebuah negara bernama Malaysia.
Pertamanya, saya mengucapkan jutaan terima kasih yang teramat sangat kepada pihak Kementerian Pelancongan Malaysia yang menyambut kedatangan rombongan kami dengan penuh layanan mesra. Budi baik amat dikenang. Saya juga rasa patut berterima kasih atas usaha kementerian berkenaan memperkenalkan Malaysia di expo berprestij tersebut.
Atas usaha pihak kosulat Malaysia di Shanghai dan Kementerian Pelancongan, kami mendapat layanan istimewa di setiap pavilion negara-negara yang kami lawati. Alhamdulillah, dan terima kasih!
Islam
Namun, atas hak sebagai seorang rakyat Malaysia, saya sedikit ingin memberikan pandangan peribadi di sini. Ada beberapa gambaran yang saya rasa kurang kemas dalam expo tersebut. Saya tidak pasti ia berlaku secara sengaja, atau tidak sengaja. Bagi saya, sebagai rakyat Malaysia kita wajar mengakui beberapa hakikat negara kita. Antaranya, kita berbilang agama dan bangsa. Islam adalah agama rasmi dan mempunyai penganut yang paling besar. Agama-agama lain juga wujud secara aman. Orang melayu adalah majoriti terbesar. Kaum-kaum lain juga hidup secara aman. Kita semua sepatutnya berusaha ke arah kedamaian dan keharmonian. Jika kita ingin menceritakan negara kita ini kepada dunia, inilah hakikatnya. Ia bukan soal perkauman atau fanatik agama, tetapi itulah realiti negara kita. Tiada cacatnya menceritakan realiti itu kepada dunia.
Namun saya rasa, jika saya tidak tahu tentang Malaysia, saya datang ke Malaysia Pavilion di Shanghai World Expo 2010, saya mungkin akan mengagak bahawa agama Kristian adalah agama majoriti rakyat Malaysia. Tempat-tempat ibadat yang di paparkan hanyalah dua buah gereja. Itu pun bangunan binaan tinggalan penjajah Portugis, bukan binaan rakyat Malaysia. Ini seperti gambar yang saya sertakan. Entah berapa banyak masjid dan seni binanya yang cantik, namun tidak ditonjolkan. Lojiknya, tonjollah secara seimbang dengan menggambarkan kepelbagaian agama. Sudah pasti Islam sebagai agama rasmi, tidak boleh dinafikan kedudukannya, kerana itulah realiti kita.
 Hanya inilah dua pusat ibadat yang tertonjol di Malaysia Pavilion di Shanghai. Penulis berdiri di hadapan dua gambar tersebut yang terpapar ketika memasuki ke Malaysia Pavilion.
Mungkin ada pihak berfikir, menggambarkan Islam sebagai agama yang terbesar di Malaysia kurang menarik bagi masyarakat antarabangsa. Jika itulah fikiran mereka, bererti kita cuba menafikan realiti nagara kita, dan amat tidak adil untuk penganut Islam di Malaysia. Negara-negara Islam lain tidak menafikan pun hakikat mereka. Bahkan di China sendiri, ada province (wilayah) yang majoriti penganutnya beragama Islam, iaitu Wilayah Ningxia. Dalam expo Shanghai ini, China Pavilion menonjolkan wilayah tersebut dan kehidupan penduduknya. Agama dan budaya mereka. Saya merakam beberapa gambar yang saya ambil ketika melawat pameran Wilayah Ningxia di China Pavilion. China menggambarkan kepelbagaian mereka atas konsep ‘hidup di bawah satu bumbung’.
 Penulis bersama dengan lelaki Ningxia yang berpakaian menunjukkan kesan Islam dalam kehidupan mereka.
Pakaian wanita Ningxia juga menggambarkan kesan Islam dalam masyarakat mereka. Gadis ini sedang menuang teh khas kepada tetamu kepada penulis ketika disambut sebagai rombongan VIP.
Bahkan lebih daripada itu, pavilion yang paling mewah dan mendapat sambutan besar adalah Arab Saudi Pavilion. Dikatakan mereka membelanjakan lebih US 200 juta untuk expo tersebut. Arab Saudi cuba menonjolkan kehebatan Islam yang menjadi teras kehidupan rakyat mereka, bahkan umat Islam keseluruhannya. Kecanggihan teknologi digunakan. Mereka mendapat sambutan yang amat menggalakkan. Orang ramai sanggup beratur berjam-jam untuk memasuki pavilion mereka.
Begitu juga kebanyakan negara-negara Arab Teluk yang lain, tetap mengakui Islam mempunyai akar umbi dalam kehidupan mereka. Iran yang sering dituduh dengan keganasan itupun, tetap menonjolkan unsur Islam dalam kehidupan rakyat mereka. Maka, di expo yang berprestij ini, saya tidak rasa rendah diri dengan unsur Islam.
Maka bagi saya, ketidak tonjolan Islam sebagai sebuah agama besar di Malaysia, amatlah tidak adil kepada penduduk majoriti sebuah negara bernama Malaysia. Jika tidak banyak, sedikit pun tetap perlu dinyatakan.
Seni
Begitu juga di sudut seni. Kita tidak boleh menafikan bahawa orang melayu juga mempunyai pelbagai karya seni. Sepatutnya, wajar sedikit sebanyak ditonjolkan. Ini seperti yang ditunjukkan Morocco pavilion yang menggambarkan kehalusan seni tempatan mereka. Bahkan, jika saya tidak tahu apa-apa tentang Malaysia, gambar seni lukisan yang paling besar di pavilion kita menggambarkan kaum India dan agama Hindu. Ini seperti gambar yang saya sertakan. Tidak adakah sedikit untuk kaum majoriti dan agama majoriti? Gambar-gambar lain amatlah abstrak, di samping kecil, ia boleh ditafsirkan dengan pelbagai maksud.
Gambar seni yang terbesar yang dipaparkan di Astaka Malaysia, Shanghai World Expo 2010.
Putrajaya
Saya rasa kita patut berbangga dengan keindahan Bandar Putrajaya. Di sudut seni bina dan keindahan, ia adalah salah satu kejayaan. Patut ditonjolkan kepada dunia. Demikian juga binaan-binaan canggih lain dalam negara kita. Cumanya, saya gagal menemui gambaran keindahan Putrajaya di Malaysia Pavilion, Shanghai World Expo. Lebih mengejutkan, gambar pusat perjudian dan peranginan Genting terpapar di sana. Sebagai seorang muslim, saya tentu rasa rendah diri jika saya ditanya oleh pelawat asing mengenai hal perjudian itu kepada saya. Memang kita tidak nafikan ia wujud, dan saya sebagai muslim tidak pernah meredhai perkara itu. Tetapi, untuk tatapan dunia, tidakkah kita mempunyai banyak pilihan yang lain. Saya makin bingung dengan konsep 1 Malaysia ini!
Gambar Genting yang ditonjolkan di Pavilion Malaysia.
Kaum
Negara kita mempunyai pelbagai kaum. Inilah salah satu keunikan kita. Orang melayu adalah majoriti, seterusnya diikuti kaum lain. Jika kita ingin menceritakan kepada dunia, maka ceritalah sedemikian rupa. Namun, jika saya tidak tahu apa-apa tentang Malaysia dan mengunjungi Malaysia Pavilion di Shanghai, saya akan kata kaum utama adalah kaum peranakan baba dan nyonya. Itulah gambar utama yang tertonjol. Kaum-kaum lain tidak ditonjolkan. Jika adapun, pakaian para penari yang mewakili pelbagai kaum. Itupun, hanya orang tahu dan pernah ke Malaysia mungkin akan faham. Orang luar, mereka memahami apa yang terpapar sahaja.
Salah satu gambar utama semasa pintu masuk ke Malaysia Pavilion di Shanghai.
Sebuah Catatan
Banyak persoalan berligar di kepala saya selepas mengunjungi Shanghai World Expo ini. Di mana saya sebagai seorang muslim melayu Malaysia. Saya tidak perkauman. Sama sekali tidak. Para pembaca dapat membaca pandangan-pandangan saya sebelum yang amat anti sikap fanatik kaum atau agama. Namun, saya rakyat Malaysia yang pasti enggan haknya dinafikan. Saya tidak ingin bertanya kepada pihak yang menguruskan, tetapi saya ingin bertanya Kerajaan Malaysia yang membelanja wang rakyat melebihi RM 20 juta untuk expo ini. Di Shanghai World Expo 2010, di manakah saya sebagai rakyat muslim di bawah konsep 1 Malaysia?
NEW YORK - Malaysia mahu membantu Amerika Syarikat (AS) mengatasi fenomena Islamophobia di kalangan masyarakat kuasa besar itu agar mereka tidak salah faham dan berpandangan negatif terhadap agama Islam.
Datuk Seri Najib Tun Razak berkata, beliau telah menyuarakan perkara itu kepada Presiden Barack Obama semasa mencelah dalam mesyuarat kedua pemimpin ASEAN-Amerika di kotaraya New York kelmarin.
Malah Perdana Menteri turut mengucapkan tahniah kepada Obama kerana pendirian tegasnya terhadap cadangan seorang paderi di Florida untuk membakar kitab suci al-Quran yang akhirnya membatalkan hasratnya.
Sungguhpun mesyuarat itu lebih berkisar soal perdagangan, keselamatan dan isu serantau, Najib sempat menarik perhatian Presiden Obama mengenai peningkatan fenomena Islamophobia di Amerika Syarikat kebelakangan ini.
Ensiklopedia dalam talian Wikipedia mentafsirkan Islamophobia sebagai ketakutan atau kebencian terhadap agama Islam dan penganutnya.
"Langkah paling penting ialah memberi kefahaman asas mengenai agama Islam bahawa ia membawa nilai-nilai sejagat dan selari dengan konsep pemodenan dan agama yang progresif," kata Perdana Menteri kepada wartawan Malaysia yang meliputi lawatan kerjanya di New York.
Ada seorang lelaki yang sedang nazak . Dia mengungkapkan beberapa perkataan yang sukar difahami oleh orang lain. Katanya ” Alangkah baiknya jika kalau semua , Alangkah baiknya kalau baru , dan Alangkah baiknya kalau banyak .” Sahabatnya tidak memahami maksud kata-kata itu lantas bertanya Rasullullah saw. Maka baginda pun bersabda :

Yang pertama , semasa sihatnya lelaki ini telah menyedekahkan separuh roti yang dimakannya kepada pengemis yang datang ke rumahnya dengan ikhlas. Kerana separuh roti itu , Allah tunjukkan kepadanya ganjaran yang bakal menunggu di syurga. Jadi dia berkata “alangkah baiknya kalau semua.”

Yang kedua , lelaki ini berjalan di lorong dan bertemu dengan seorang tua yang kesejukkan. Lantas dia memberikan bajunya yang lama kepada orangtua itu dengan ikhlas. Allah telah menjanjikan padanya ganjaran yang baik di syurga kerana sedekah itu. Kerana itulah dia berkata ” Alangkah baiknya kalau baru.”

Yang ketiga , satu hari lelaki itu pergi ke masjid, dalam perjalanannya, di hadapannya adalah seorang lelaki tua yang lambat pergerakkannya. Lelaki ini tidak memintas sebaliknya memimpin tangan lelaki tua itu sehingga ke masjid dan mengajaknya bersembahyang. Malangnya lelaki tua itu seorang Yahudi. Lalu lelaki tua itu ke rumahnya. Satu tangannya yang dipimpin kerana Allah, bakal mendapat ganjaran di syurga. Sebab itulah, lelaki ini berkata “Alangkah baiknya jika banyak.”

--------------------------------------------------------------------------
Bersempena bulan yang mulia ini, maka marilah kita bersama - sama berbuat amal kebaikan semoga kita takkan menyesal seperti kisah ini.. tapi, dia menyesal takpe.. at least dia dah dapat atas kebaikan yang telah dia lakukan.. tapi, kita??

Bersama lah kita muhasabah diri kita.. InsyaAllah kita akan sentiasa di limpah rahmat olehNya..



4 orang yang di rindui oleh Syurga.. (juga dapat dalam kuliah tadi)
---------------------------------------------------------
1. Orang yang berpuasa
2. Orang yang memberikan orang lain makan
3. Orang yang menjaga lidahnya
4. Orang yang membaca Al Quran..

yang paling susah nak buat.. adalah menjaga lidah.. :)
Berdoalah.. moga Allah akan ampunkan kesemua dosa kita.. dan, doa yang paling mustajab adalah semasa bersahur..

wallahua'lam..

Moga bermanfaat untuk semua.