'The Dead Sea Scroll' berada di online





Sebelum pulang semalam, sempat membelek The Star yang di langgan di pejabat. Terjumpa satu artikel yang berkaitan dengan Dead Sea Scrolls.. tertarik untuk scan dan masukkan dalam posting kerana ia merupakan salah satu artifak sejarah yang sangat bernilai.

Kenapa ummi katakan ianya sangat bernilai?...
Sebelum ini, ummi juga kurang berminat dengan bahan sejarah ini, tetapi selepas membaca buku  Membongkar Misteri Dajjal, sedar bahawasanya bahan sejarah ini mengandungi maklumat penting untuk kita perhatikan bersama - sama tentang peringatan dari Nabi terdahulu tentang fitnah Al Masih Dajjal di akhir zaman...

Memetik apa yang di nyatakan dalam buku tersebut tentang bahan sejarah ini :
"Sejauh perjalanan dari Nabi Nuh as dan turun kepada para Nabi yang lain pasti ada pengikut para Nabi ini yang mencatat kata - kata peringatan tentang Dajjal. Barangkali ada tulisan yang terselamat dari pupus dan hancur sepertimana manuskrip yang di catat oleh Kaum Nabi Isa as yang ditemui di Qumran yang di kenali dengan The Dead Sea Scroll. (Penemuan tulisan atau manuskrip lama turut di temui di Qumran 13km dari Laut Mati bersebelahan Palestinia. Penemuan itu di kenali dengan nama The Dead Sea Scroll. Ia mengandungi tulisan pengikut Nabi Zulkifli as, Nabi Daud as dan Nabi Musa as. Kita umat Islam mengenalinya sebagai mashaf.)"
Wallahua'lam. 

Di bawah adalah antara berita yang di muatkan ke dalam petikan berita tersebut yang ummi perolehi nya dari ABC news



Israel to share Dead Sea Scrolls online

By Middle East correspondent Anne Barker
Posted Wed Oct 20, 2010 7:41am AEDT
The ancient biblical writings were found in a desert cave 60 years ago
The ancient biblical writings were found in a desert cave 60 years ago (Reuters: Baz Ratner: file photo)
Israel has signed an agreement with Google to put the Dead Sea Scrolls online.
The 2,000-year-old manuscripts are regarded as one of the most exciting archaeological discoveries of the past century and contain some of the oldest surviving biblical texts.
Israel's Antiquities Authority has announced it is joining forces with Google to give the texts free, global access online.
High-resolution photos of the scrolls will be uploaded within months.
They will be shown in their original languages - Hebrew, Aramaic and Greek - along with an English translation.
The scrolls include parts of the Hebrew bible and have given historians an insight into early Judaism and the origins of Christianity.

Posted by Sulam Kaseh on 20:31. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

0 comments for "'The Dead Sea Scroll' berada di online"

Leave a reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...